TOMBOL RUMPIN NEWS

Senin, 26 Maret 2012

Hari Ini Kecamatan Rumpin Serempak Laksanakan Try Out 3 SD/MI

RUMPIN NEWS (Senin, 26 Maret 2012), Hari ini di Kecamatan Rumpin dilaksanakan Try Out SD/MI ke 3 secara serempak. TO ini juga bersamaan dengan kegiatan Ulangan Tengah Semester kelas VI, serta dilanjutkan berikutnya oleh kelas I sampai dengan kelas V.

Try Out ke 3 dimakudkan untuk ajang latihan siswa kelas VI menjelang US dan UN. Tiga mata pelajaran UN (Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA) dikoreksi secara komputerisasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Sedangkan mata pelajaran lainnya diserahkan pada guru kelas VI masing-masing sekolah untuk mengoreksinya.

Nilai hasil Try Out ke 3 nantinya akan dipergunakan sebagai nilai UTS kelas VI yang nantinya akan membantu nilai raport siswa. Selain itu TO ke 3 ini juga sekaligus proses sosialisasi dan adaptasi siswa kelas VI sebagai calon peserta US dan UN terhadap situasi dan kondisi yang nanti akan dihadapinya dalam US dan UN. Oleh karena itu, pelaksanaan TO ke 3 di Kecamatan Rumpin dirancang sedemikian rupa agar mendekati tata cara US dan UN, baik ruangan, administrasi, dan LJK yang dipergunakan.

“Ini dilakukan agar siswa tidak kaget lagi nanti saat menghadapi UN dan US.” Jelas Bapak Sobirin, selaku kepala sekolah SDN Kertajaya 04 disela-sela melakukan peninjauan ke ruang-ruang TO ke 3 di sekolah itu.

Di SDN Kertajaya 04, jumlah siswa peserta TO ke 3 tahun ini, ada 65 siswa. Untuk itu ruangan yang dipergunakan 4 ruang. Ruang 1 berjumlah 20 orang, ruang 2 berjumlah 20 orang, ruang 3 berjumlah 15 orang dan ruang 4 berjumlah 10 orang. “Saya puas atas segala persiapan dan pelaksanaan TO ke 3 ini” Komentar Pak Sobirin lagi. “Semuanya Nampak perĂ©cis dengan pelaksanaan UN. Administrasinya pun lengkap, sampai pada proposal dan Program Kerjanya.” Lanjutnya kepada RUMPIN NEWS setelah memeriksa semua ruang TO.


Rabu, 21 Maret 2012

Sosialisasi Perubahan APBS Tahun 2012 di POOl UTARA Kecamatan Rumpin

RUMPIN NEWS (Rabu, 21 Maret 2012), pelaksanaan sosialisasi RAPBS tahun 2012 untuk perubahan anggaran Triwulan 1 dan 2, hari ini dilaksanakan di SDN Malahpar Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Bogor. Peserta Sosialisasi adalah Para Kepala Sekolah dan Operator Sekolah se Pool Utara yang meliputi kuraglebih 24 SD Negeri dan 1 SD Suwasta (SDS An-Najah).

Acara yang dikomandoi Oleh Bapak Sarmili dan Bapak Ujang dari UPT. Kurikulum XVIII Rumpin ini dimulai pada pukul 10.00 WIB, sesuai dengan jadwal dalam undangan. Sebagai pembawa acara Pak Arih,S.Pd hanya mengantarkan acara saja, sedangkan pengarahan dari Kepala UPT. Kurikulum XVIII diwakili oleh Bapak Pengawas TK/SD yaitu Bapak Jaya Setianahroja, S.Pd,M.M. Dalam pengarahannya Bapak Jaya Setianahroja, S.Pd,M.M menyoroti tentang pentingnya sebuah rencana anggrana yang harus dirumuskan oleh sekolah. Kemudian dalam recana anggaran tersebut, harus pula dirancangan rencana penggunaanya.


Rencana anggaran yang dimaksudkan oleh Bapak Jaya Setianahroja tersebut adalah  RAPBS (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah), yang pada hari ini akan disosialisasikan. Selain Bapak Jaya Setianahroja, S.Pd,M.M, pengwas TK/SD yang turut hadir dalam acara ini adalah Ibu Cutika, S.Pd, M.M.Mengakhiri pengarahannya Bapak jaya kemudian membuka secara resmi acara sosialisasi RAPBS ini dengan ucapan Bismillahirohmanirohim.

Sebagai narasumber yang menyampaikan materi Sosialisasi adalah Maneger BOS untuk wilayah Rumpin, Gunung Sindur dan Ciseeng, yang dikenal dengan panggilan akrabnya Pak Ade. 
 
Dalam memeluai penjelasannya, Pak Ade menguraikan beberapa “perubahan yang terdapat dalam Fom APBS yang baru ini. Diantaranya, pada APBS saat ini tahun yang dipakai adalah bukan tahun anggaran, melainkan tahun pelajaran. Penggunaan anggarannya pun berfokus pada 8 standar pendidikan. Dan legalitas APBS bukan lagi ditandatangani oleh Camat, melainkan oleh Kepala UPT Kurikulum.” Jelas Beliau.

Perbedaan lainnya juga terdapat pada diperbolehkannya menggarkan honor kegiatan guru yang menyangkut evaluasi, ektra kulikuler, dan kegiatan lainnya di luar belanja pegawai. Jadi yang dipatok 20 % dari anggaran BOS adalah hanya gajih tenaga honorer, tenaga administradi, penjaga sekolah, tenaga kebersihan, Satpam, yang bentuknya honor.” Lanjut Pak Ade.


Dari penjelasan dalam sosialisasi tersebut dapatlah disimpulkan, bahwa untuk menyusun APBS-P tahun 2012 ini, harus melelaui bebarap langkah pesiapan, yaitu ;

  1. Sitem yang harus digunakan dalam merepisi RAPBS adalah akses 2003.
  2. Siapkan data APBS yang lama yang sudah diadakan perbaikkan-perbaikan serta sudah diisi realisasi pembukuan sampai bulan Desember 2011.
  3. Siapkan PIN sekolah masing-masing yang sudah ada di UPT.
  4.  Kemudian isikan PIN tersebut ke FOM APBS bau, sehingga muncul FOM APBS Sekolah masing masing.
  5. Setelah itu klik pengisian awal, pilih input dari APBS lalu.
  6.  Klik RKAS-P, pilih buat dram baru.
  7. Setelah itu baru lakukan repisi sesuai kebutuhan sekolah masing-masing.
Acara sempat dihentikan untuk Istirahat dan Shalat dhuhur. Kemudian dilanjutkan kembali hingga pukul 14.00 WIB. Setelah acara Tanya jawab, maka acara pun ditutup oleh Bapak Arih, S.Pd selaku pembawa acara.

Berikut adalah contoh PIN atau Kode SD dan FOM APBS



Senin, 19 Maret 2012

SAYEMBARA PENULISAN NASKAH BUKU PENGAYAAN TAHUN 2012

Dalam rangka menggali, mengembangkan, dan mendayagunakan potensi menulis di kalangan siswa, pendidik dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud menyelenggarakan Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan. Kegiatan sayembara ini diperuntukkan bagi para peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum. Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan tahun 2012 ini memperebutkan hadiah total lebih dari Rp 1.000.000.000,00 untuk 57 pemenang dari 19 jenis naskah buku pengayaan.

Tema Penulisan
“Membangun manusia Indonesia yang berkarakter, berbudaya, dan kompetitif di era global”

Peserta Sayembara
Peserta sayembara adalah siswa SMA/MA/SMK/MAK, pendidik dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum. Pendidik meliputi guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Tenaga kependidikan meliputi pengelola satuan pendidikan, penilik, pengawas, peneliti, pengembang, pustakawan, laboran, dan teknisi sumber belajar.
Naskah yang Disayembarakan
1. Pengayaan Pengetahuan (MIPA dan Bidang Sosial & Humaniora SD, SMP, SMA khusus Tendik dan Pendik)
2. Pengayaan Keterampilan SD, SMP, dan SMA (untuk Umum)
3. Pengayaan Kepribadian SD, SMP, dan SMA (berbentuk kumpulan puisi, pantun, cerpen, novel, drama biografi untuk Tendik dan Pendik. Siswa SMA boleh mengikuti untuk jenis Kumpulan Cerpen)
Ketentuan-ketentuan naskah buku sayembara adalah sebagai berikut.
a. Ketentuan Umum
1.      Jenis naskah buku pengayaan pengetahuan alam dan matematika, dapat berupa pengetahuan alam fisik, hayati, flora, fauna; pengetahuan matematika; pengetahuan teknologi dan rekayasa; pengetahuan kebaharian, kedirgantaraan, dan kebumian.
2.      Jenis naskah buku pengayaan pengetahuan sosial dan humaniora, dapat berupa pengetahuan sejarah dan kemasyarakatan; pengetahuan keagamaan; pengetahuan perekonomian dan manajemen; pengetahuan budaya, bahasa, seni dan sastra.
3.      Jenis naskah buku pengayaan keterampilan vokasional yang meliputi:
a) Keterampilan membuat kriya;
b) Penerapan teknologi rekayasa sederhana;
c) Penerapan teknologi pengolahan;
d) Penerapan teknologi budidaya.
4. Jenis naskah buku pengayaan kepribadian, dimaksudkan untuk mengembangkan karakter: (1) religius; (2) jujur; (3) toleransi; (4) disiplin; (5) kerja keras; (6) kreatif; (7) mandiri; (8) demokratis; (9) rasa ingin tahu; (10) semangat kebangsaan; (11) cinta tanah air; (12) menghargai prestasi; (13) bersahabat/komunikatif; (14) cinta damai; (15) gemar membaca; (16) peduli lingkungan; (17) peduli sosial; (18) tanggung jawab yang dituangkan dalam:
a) Kumpulan pantun
b) Kumpulan puisi
c) Kumpulan cerita pendek
d) Novel
e) Drama
f) Biografi
Naskah buku Biografi, tentang:
a. seseorang yang berjasa dalam suatu bidang yang berguna bagi masyarakat;
b. seorang tokoh di daerah yang mendapat penghargaan dari pemerintah;
c. seseorang yang memiliki karakter yang dapat dijadikan contoh bagi bangsa;
d. seseorang yang memiliki keunggulan dan kelebihan yang berguna bagi masyarakat.

5. Naskah buku ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Naskah diberi identitas: (a) judul naskah; (b) jenis naskah; dan (c) peruntukan pembaca buku (misalnya untuk SD/MI; SMP/MTs; SMA/MA/SMK/MAK), (d) kelompok peserta.
6. Naskah dijilid rapi berupa cetak asli (bukan fotokopi atau dummy).
7. Naskah yang diterima Panitia tidak dikembalikan.
b. Ketentuan Peserta
  1. Peserta adalah perorangan.
  2. Peserta yang mengirimkan naskah harus melampirkan biodata.
  3. Peserta dari siswa SMA/MA/ SMK/MAK harus melampirkan surat pengantar dari sekolah dan fotokopi kartu pelajar.
  4. Peserta dari pendidik dan tenaga kependidikan harus melampirkan surat pengantar dari lembaga tempat bekerja dan fotokopi SK pendidik atau tenaga kependidikan.
  5. Peserta dari masyarakat umum harus melampirkan fotokopi KTP yang masih berlaku.
  6. Peserta yang pernah menjadi pemenang sebanyak tiga kali atau lebih sejak tahun 2001 tidak diperbolehkan mengikuti sayembara ini.
c. Ketentuan Naskah
  1. Naskah yang diajukan adalah: a. karya asli, b. tidak berseri, c. tidak sedang diikutsertakan pada sayembara lain, sebagian ataupun seluruhnya, d. belum pernah menjadi pemenang sebagian ataupun seluruhnya dalam sayembara mana pun, dan e. belum pernah diterbitkansebagian ataupun seluruhnya.
  2. Persyaratan di atas harus dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani di atas meterai Rp 6.000,00 oleh penulis naskah.
  3. Naskah diketik dan dicetak pada kertas A4, spasi 1½, jenis huruf arial, times new roman, atau tahoma, ukuran huruf 12 pt, batas margin tepi kertas 3 cm.
  4. Jumlah halaman isi naskah yang ditulis oleh siswa minimal 50 halaman dan yang ditulis oleh pendidik, tenaga kependidikan, dan umum minimal 75 halaman.
  5. Penggunaan ilustrasi harus proporsional dan terintegrasi dengan teks, mendukung materi/isi teks serta mencantumkan sumber secara jelas.
  6. Naskah buku pengayaan tidak dilengkapi dengan ungkapan tujuan mempelajari/membaca dan tidak dilengkapi latihan, soal, tes, lembar kerja, atau jenis evaluasi lainnya.
  7. Naskah buku pengayaan tidak bertentangan dengan idiologi negara, ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku, tidak bias gender, serta tidak menimbulkan masalah SARA.
  8. Naskah buku pengayaan pengetahuan dan keterampilan harus menggunakan daftar pustaka atas rujukan yang dikutip.
  9. Naskah yang dinyatakan sebagai pemenang sayembara, jika ditemukan dan terbukti sebagian atau seluruhnya merupakan jiplakan/plagiasi, segala tanggung jawab hukum yang berkaitan dengan pelanggaran Hak Cipta berada pada penulis naskah. Pusat Kurikulum dan Perbukuan akan membatalkan kemenangannya dan hadiah yang diterima harus dikembalikan kepada negara.
  10. Jika suatu naskah buku pengayaan dinyatakan memenangi sayembara, penulis berhak atas penghargaan sayembara tersebut, sedangkan hak cipta (baik hak ekonomi maupun hak moral atas naskah) tetap berada pada penulis sehingga penulis berhak menerbitkannya kepada penerbit yang dipilih.
  11. Pemegang hak cipta (hak ekonomi) naskah pemenang sayembara adalah Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan hak moral berada pada penulis.
  12. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan satu judul naskah sayembara.
  13. Hasil keputusan Dewan Juri Sayembara tidak dapat diganggu gugat.
d. Hadiah Sayembara
Untuk menghargai kualitas naskah yang memenangi sayembara, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud menyediakan hadiah uang sebagai berikut:
Kelompok Pelajar:
Juara I = Rp. 15,000,000
Juara II = Rp. 10,000,000
Juara III = Rp 7,500,000
Kelompok Pendidik, Tenaga Kependidikan, dan Masyarakat Umum
Juara I = Rp 25,000,000
Juara II = Rp 20,000,000
Juara III= Rp 15,000,000
e. Pengiriman Naskah
Naskah diterima paling lambat tanggal 3 September 2012 dan dialamatkan kepada:
Panitia Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2012
Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jl. Gunung Sahari Raya No. 4 Jakarta Pusat
f. Pengumuman Pemenang
1. Pengumuman dan pemberian hadiah kepada para pemenang akan dilaksanakan pada bulan November 2012.
2. Calon pemenang sayembara akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti wawancara dengan Dewan Juri dan menghadiri pengumuman pemenang bagi calon yang dinyatakan sebagai pemenang. Jika calon pemenang tidak dapat mengikuti wawancara, maka yang bersangkutan dianggap mengundurkan diri.
Informasi lebih lanjut tentang sayembara dapat menghubungi Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan website :http://puskurbuk.net , telp.: 021 3804248 , e-mail: sayembara_puskurbuk@yahoo.com facebook: sayembarapuskurbuk
Twitter: @puskurbuk
Informasi terkait dan lebih lengkap dapat dibaca di: Sayembara Naskah Buku Pengayaan 2012

Pleno PGRI Cabang Rumpin Membahas Agenda Kegiatan PGRI Bogor.

RUMPIN NEWS (Senin, 19 Maret 2012), hari ini PGRI Cabang Rumpin melaksanakan rapat pleno di Gedung Aula PGRI Rumpin. Agenda ancara adalah menyampaikan berbagai informasi penting mengenai; lanjutan pembanguan Gedung Serba Guna PGRI cabang Rumpin yang  belum seleai, informasi tentang sertifikasi guru, informasi tentang Seleksi Cakep (Calon Kepala Sekolah), informasi tetang UKA (Uji Kompetensi Awal) sertifikasi guru tahun 2012, dan agenda kegiatan PGRI Kabupaten Bogor yang harus segera dipersiapkan oleh PGRI Cabang Rumpin.

Rapat dibuka oleh Edi Tarnadi,S.Pd selaku Sekretaris, sedangkan penjelasan dan penyampaian iformasi disampaikan oleh Untung Parulian, S.Pd selaku ketua PGRI Cabang Rumpin, dibantu oleh Arih, S.Pd selaku Wakil Ketua.

Acara pleno kali ini tidak diikuti oleh semua perwakilan ranting, mungkin karena undangannya mendadak dan hanya melalui SMS, yang membuat dua orang ketua ranting tidak hadir. Namun secara keseluruhan, pleno ini sudah memenuhi korum.

Dalam penjelasannya Untung Parulian, S.Pd mengulas tentang perlunya langkah-langkah terobosan agar pembanguan gedung serba guna PGRI Cabang Rumpin cepat selesai. Mengenai informasi sertifikasi, ketua PGRI Cabang mengulas bahwa sertifikasi dan system penyalurannya masih mungkin saja akan ada perubahan PP, dari PP yang baru kembali pada PP yang lama, sehingga penghitungan jumlah penerimaannya menjadi lebih kecil dari penerimaan selama ini.

Tentang Uji Kompetensi Awal Sertitikasi, Ketua Cabang PGRI itu menyoroti tetang perubahan jadwal pengumuman hasil UKA. “Penguman yang awalnya akan dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 2012, ternyata diundur sampai tanggal 22 Maret 2012.” Begitu ulas beliau. “Saya mendo’akan, semoga 23 peserta UKA dari Rumpin, lulus semua.” Tambah Beliau yang diamini oleh semua peserta pleno.

“Mengenai informasi tes kepala sekolah yang sudah diajukkan ke Kabupaten, saya lihat berjumlah 12 orang, semoga ke 12 orang tersebut berlanjut mengikuti test tingkat Kabupaten, dan secara objektif yang layak lulus, maka lulus diseuaikan dengan kuota yang dibutuhkan Rumpin.” Lanjut Untung Parulian, S.Pd lagi.

“Kemudian untuk kiranya perlu dipersiapkan oleh pengurus Cabang Kecamatan Rumpin, pada bulan April 2012 sampai dengan Juni 2012 ini adalah ; PGRI Bogor akan mengadakan Pelatihan Pelatih Tenis Meja.” Kata beliau. “Kegiatan ini juga akan dilanjutkan dengan Eksebisi Tenis Meja anatara Tim Kabupaten Bogor dengan Tim Tenis Meja dari Kuningan.” Demikian lanjut beliau. “Pada mulan Mei 2012, akan diadakan audisi anggota tim obade tingkat Kabupaten Bogor dalam rangka mempersiapkan HUT PGRI dan Hari Guru tahun 2012 nanti.” Lanjut beliau lagi yang sesekali dipertegas pula oleh penjelasan Arih, S.Pd yang duduk bersebelahan dengan ketua.

“Pada bulan Juni, akan diadakan pula Pelatihan Pelatih Pencak silat, dalam bidang ibing dan laga.” Jelas Ketua. “ Untuk kegiatan Pelatihan Pelatih Tenis Meja dan Pencak silat, setiap Cabang harus mengirimkan satu orang. Sedangkan untuk Audisi Obade, setiap cabang dua orang satu laki-laki, dan satu perempuan.” Lanjut Ketua seraya menegaskan bahwa Rumpin harus pula mengirimkan orang-orang yang kompeten dibidangnya.

Pleno berlanjut pada kilas balik tetang study banding ke PGRI Semarang. Kesimpulan kilas balik tersebut adalah, banyak hal yang patut di tauladani langkah-langkah positif yang ditempuh PGRI Semarang Jawa Tengah dalam upaya memajukan PGRI. Karena ternyata eksistensi PGRI Semarang sangat luarbiasa, hingga memiliki lembaga pendidikan STKIP PGRI Semarang yang kualitasnya setara dengan perguruan tinggi lainya.

Pleno ditutup dengan Informasi agenda UPTK XVIII Kecamatan Rumpin yang akan melaksanakan sosialisasi penyusunan RAPBS Triwulan 1 dan 2 tahun 2012, yang disampaikan oleh Edi Tarnadi, S.Pd. Kata beliau “Sosialisasi RAPBS Jadwalnya akan dilaksanakan di tiga wilayah, yaitu : Tanggal 21 Maret akan dilaksanakan di Pool Utara, tempatnya di SDN Malahpar. Tanggal 22 Maret akan dilaksanakan di pool tengah dan tanggal 23 Maret akan dilaksanakan di pool selatan. Setiap sekolah wajib hadir dengan diwakili oleh operator sekolah dan kepala sekolah.” Demikian penjasan Edi Tarnadi, S.Pd selaku pembawa acara, kemudian menutup acara pleno dengan membacakan do’a.

Sabtu, 17 Maret 2012

Open Klass di KKG Gugus 2




RUMPIN NEWS, (Sabtu, 17 Maret 2012) Hari ini pelaksanaan Kelompk Kerja Guru (KKG) Gugus 2, giliran dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Kertajaya 05. Tempatnya di Kampung Pabuaran Desa Kertajaya Kecamatan Rumpin Bogor. Acara yang sedikit diwarnaik gerimis itu dimulai dengan kegetian Open Class. Dimana guru model dari SD lain mengajar di SDN Kertajaya 05. Tujuan ini adalah untuk memberikan suatu pengalaman baru bagi para guru menghadapi murid yang berbeda dari murid yang biasa dihadapinya di sekolah mereka masing-masing.

Melihat persiapan dan antusiasme para guru model yang kebanyakan terdiri dari guru-guru SDN Kertajaya 02 dan satu orang dari SDN Kertajata 04 itu, nampaknya mereka memang sudah sangat siap melaksanakan tugasnya masing-masing.“Kalau melihat seperti ini, seperti sedang melaksanakan PPL saat kuliah.” Komentar Bu Khosyati, S.Pd saat melihat persiapan masing-masing guru model.

 Ini kali pertama open class dengan system silang, biasanya kegiatan open class ini dilaksanakan oleh guru masing-masing di kelas yang biasa diajarnya. Namun demi sebuah peningkatan kualitas dan uji adaptasi, maka kegiatan Open class kali ini dilakukan dengan sitem silang. Ada pun nama-nama Guru Kelas yang melaksanakan kegiatan KBM kali ini yaitu : Kelas 1 Nurlaelah, S.Pd dari SDN Kertajaya 04, Kelas 2 Neneng Yulia Dewi, Kelas 3 Siti Sumirah, Kelas 4 Ubang Ubaidilla, Kelas 5 Siti Rofikoh, dan kelas 6 Batria Efendi, dari SDN Kertajay 02.

Secara umum penampilan mereka dalam kegiatan ipen klas hari ini sangat baik dan telah memenuhi standar PAKEMIN, meskipun alat peraga dan media pembelajaran masih sederhana. “Degdegan juga yah kalau mengajar di awasi oleh teman begini.” Komentar salah satu peserta sebelum mulai pembelajaran, dengan setengah berbisik kepada RUMPIN NEWS sambil berkelakar.

Usai kegiatan open class, Pengawas Pembina, Bapak Jaya Setianahroja, S.Pd.M.M, memberikan pengerahah tentang pentingnya open class model silang seperti ini. Guru akan memperoleh pengalaman baru menghadapi siswa yang berbeda.

Lebih lanjut Pak Jaya nama panggilan akrab beliau menjelaskan bahwa “KKG memang sarana yang tepat untuk saling menambah informasi, pengetahuan, dan pengelaman. KKG juga bisa dijadikan sarana saling bertukar pengalaman, bertukar pengetahuan, demi melakukan upaya peningkatan profesionalisme guru.” Jelas beliau saat menyampaikan arahan di depan peserta KKG Gugus 2 hari ini. 

Kepala sekolah yang hari ini menghadiri kegiatan KKG adalah; Bapak Arih, S.Pd, dari SDN Kertajaya 02, Bapak Sobirin, S.Pd.I,M.M dari SDN Kertajaya 04, Bapak Edy Tarnadi, S.Pd dari SDN Kertajaya 03, dan Bapak Misran, S.Pd selaku tuan rumah. Dan kebetulan ketua Gugus yang bernama Bapak Tupan, dalam kegiatan ini berhalangan hadir karena istrinya sakit keras. Dalam pengarahannya, mewakili ketua Gugus Bapak  Arih, S.Pd menjelaskan bahwa semua aspesiasi guru demi meningkatan kualitas profesionalisme  dalam kegiatan gugus, akan selalu mendapatkan dukungan dari pengusur Gugus. Hal itu juga dibenarkan oleh Pak Sobirin dan kepala sekolah yang lainnya.

Usai pengarahan, ditayangkan melalui In Fokus kegiatan pembelajaran yang tadi direkam oleh Herry Suryadi, S.Pd selaku ketua KKG. Kemudian dilakukan evaluasi dan analisa penyempurnaan dari beberapa kekurangan yang terjadi saat proses pembelajaran yang ditayangkan melalui video itu.

Tanggapan-tanggapannya pun cukup beragam, beberapa guru merasa harus dilakukannya pelatihan khusus mengenai teknik mengajar terutama tematik untuk kelas 1, 2 dan 3. Saran, idea dan usulan pun ditanggapi oleh Guru-guru lain yang sangat semangat mengikuti kegiatan ini. Diskusi ini merupakan suatu sumbang saran dan pendapat yang paling bagus untuk meningkatkan pengetahun guru.

Acara pun berakhir setelah waktu sudah menunjukkan pukul 12.15 menit. Rencananya jadwal KKG berikutinya akan dilaksanakan pada tanggal 07 April 2012 di SDN Kertajaya 06.



Selasa, 13 Maret 2012

Terapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Yang Masih Setengah Hati

Penerapan mengenai kawasan-kawasan larangan merokok di wilayah Kabupaten Bogor sudah diberlakukan sejak diterbitkannya Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Pemberlakuan KTR ini rupaynya masih belum diketahui secara meluas oleh masyarakat Bogor. Karena kenyataannya masih banyak orang-orang di tempat-tempat seperti terminal, statsiun kereta api, halte, dalam angkutan umum dan tempat umum lainnya, yang merokok dengan tanpa ragu dan malu secara terbuka dan terang-terangan..

Masih banyak diantara para pecandu rokok di wilayah Bogor tidak tahu bahwa di wilayahnya sudah diberlakukannya Kawasan Tanpa Rokok. Ini merupakan suatu bukti karena kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat, sehingga pemberlakukan Perda tersebut menjadi tidak maksimal.

Saya baca dalam Tabloid Sunda Urang edisi 193, yang menerangkan bahwa walaupun gencar sidak KTR dilakukan di kawasan-kawasan perkantoran pemerintahan, namun masih banyak saja PNS yang melanggar aturan tersebut. Bahkan di beberapa ruangan gedung wakil rakyat pemda Bogor, masih ada juga yang dengan leluasanya menikmati nikotin dan tar seolah tidak mau tahu dengan upaya pemertintah daerahnya menerapkan KTR tersebut.

Penerapan KTR di Bogor ini menurut pengamatan sebagian masyarakat Bogor masih belum maksimal, alias setengah hati karena disaat gencarnya kampanye anti rokok, masih banyak reklame, poster, atau iklan-iklan terbuka mengenai beragam jenis rokok. Bahkan masih banyak iklan di papan reklame yang berukuran besar yang terpampang di pinggir-pinggir jalan protokol, seperti di dekat terminal Bubulak dan di kawasan Sholeh Iskandar yang lokasinya tidak jauh dari lokasi sebuah perguruan tinggi di Kota Bogor.

Jikalau pemerintah Kabupaten Bogor tidak setengah hati untuk menerapkan Perda Nomor 12 itu, seharusnya di seluruh kawan Bogor tertutup untuk memasang segala jenis promosi (iklan) mengenai rokok. Malah lebih bagus lagi kalau pemerintah daerah mengkampanyekannya dengan memasang reklame-reklame lebih besar di setiap jalan protokol, pusat perbelanjaan, komplek pemerintahan, lingkungan perkantoran dan beberapa tempat keramaian mengenai larangan merokok ini lengkap dengan butir-butir sanksi yang sesuai dengan Perda Nomor 12 tahun 2009 tersebut.

Sebuah kesungguh-sungguhan dalam menegakkan suatu peraturan tentunya akan mengundang pro dan kontra, juga ada sisi untung dan ruginya. Dan yang keliru adalah jika pemberlakuan peraturan itu dilaksanakan dengan setengah-setengah dan tanpa antisipasi atas segala akibat dari peraturan tersebut, sehingga sebuah peraturan itu akan menjadi mandul dan tumpul.

Sebagai warga Bogor dan anti rokok, saya tentunya mendukung upaya pemerintah daerah dalam memberlakukan KTR di kota Bogor. Semoga saja Bogor terbebas dari asap rokok.Karena perokok aktif dan pasif, resikonya tetap sama. Terapkan aturan ini secara tegas, konsekuen dan konsisten, agar masyarat Bogor terhindar dari berbagai penyakit menakutkan akibat dari racun yang ditimbulkan oleh rokok.

Sabtu, 10 Maret 2012

Kegiatan KKG Di Gugus 2 Membahas Tentang PERMENPEN Nomor 16 tahun 2009

RUMPIN NEWS. Hari ini pelaksanaan acara pertemuan Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 2 Desa Kertajaya dan Mekarsari yang dipusatkan di SDN Keratajaya 04, Desa Mekarsari Kecamatan Rumpin Bogor. Acara dimulai pukul 08.30, dan dibuka oleh Pak ARIH,S.Pd, Bendahara Gugus mewakili ketua gugus (Bapak Tupan) yang sangat terpaksa tidak bisa hadir dikarenakan tengah melaksanakan resepi pernikahan putri bungsunya.

Acara KKG dilanjutkan dengan pengarahan materi pembinaan materi kedinasan oleh Pengawas TK/SD (Bapak Jaya Setianahroja, S.Pd, M.M) selaku Pembina Gugus 2. Dalam pengarahnya Pak Ujang nama panggilan akrabnya itu menyoroti tentang kedisiplinan dan penilaian kinerja guru berdasarkan Peraturan Mentri Pendidikan Nasional nomor 16 tahun 2009, yang mengatur tentang proses kenaikan pangkat dan golongan guru PNS.

“Menurut Peraturan nomor 16 tersebut, kenaikan pangkat golongan guru PNS semakin rumit dan tidak semudah tahun-tahun sebelum diberlakukannya peraturan tersebut”. Jelas Pak Ujang. “Kenaikan golongan guru PNS sudah bukan lima semester lagi, melainkan empat sampai lima tahun. Penilaiannya sistim kompersi dari komulatif penilaian kompetensi guru yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi social, dan kompetensi professional. Setiap golongan debrbeda stadar jumlah nilainya. Jika guru setelah dinilai oleh kepala sekolah dan mencapai nilai sesuai dengan standar, maka guru tersebut dinyatakan berhak naik pangkat atau golongan. Lanjut beliau.

Kepala sekolah yang berkesempatan hadir pada hari ini hanya tiga orang, karena Bapak Sobirin, berhalangan hadir karena mengantar Pak Herry Suryadi dalam final Lomba Guru Berprestasi di Al-Madina Cobininong. Kepala sekolah yang hadir tersebut adalah Bapak Arih, S.Pd dari SDN Kertajay 02, Bapak Edi Tarnadi dari SDN Kertajaya 03, dan Bapak Misran, S.Pd dari SDN Kertajaya 05.

Perubahan lain, bahwa dalam peraturan mentri tersebut, pangkat guru PNS yang tadinya terbagi dalam 16 jenis pangkat, sekarang dipangkas hanya 4 saja, yaitu; Guru pertama untuk golongan III.A, IIIB dan, Guru muda untuk golongan III.C dan III.D, Guru Madya untuk golongan IV.A dan IV.B, sedangkan Guru Utama untuk golongan IV.D dan IV.E.

“Pemberlakukan Peraturan nomor 16 tahun 2009 ini seharusnya sudah dimulai sejak tahun 2010, namun sampai sekarang peraturan tersebut masih dalam tahap sosialisasi”. Demikian penjelasan Pengawas saat memberikan pembinaan kedinasannya. “Tapi kemungkinan besar sekitar tahun 2013 awal, rencanya bulan Januari 2013, peratutan ini sudah diberlakukan secara nasional.”

Selesai pembinaan dari pengawas TK/SD, acara dilanjutkan pada program pembahsan RPP untuk persiapan praktek Open Class yang rencananya akan dilaksanakan hari sabtu tanggal 17 Maret 2012. Berhubung Pak Herry, S.Pd selaku ketua KKG tidak hadir, sehubungan dengan keiikutsertaannya dalam lomba guru berprestasi tingkat Kabupaten Bogor hari ke 3, maka acara selanjutnya dipandu oleh wakil ketua KKG. Dalam hal ini adalah saya selaku redaksi Rumpin News.

Pukul 11.30 WIB acara ditutup oleh Pak Arih, S.Pd selaku pembawa acara. Kemudian semua guru peserta KKG pergi ke undangan respsi pernikahan putri bungsunya Pak Tupan di Kampung Banjar Pinang Desa Tamansari Rumpin Bogor.

Jumat, 09 Maret 2012

Hari Ini Rumpin Masuk 5 Besar Lomba Guru Berprestasi Tingkat Kab. Bogor

RUMPIN NEWS. Hari ini kontingen Kecamatan Rumpin dalam Lomba Guru Berpresati Tingkat Kabupaten Bogor yang dilaksanakan di yayasan Al-Madinah Cibinong Bogor, measuki tahapan ke tiga. Pada tahapan pertama yang dilaksanakan pada hari Kamis, 8 Maret 2012, bapak Herry Suryadi, S.Pd, peserta dari Rumpin lolos seleski administrasi dan uji tulis kompetensi guru. Pada Jum'at kemarin, lomba dilanjutkan dengan uji makalah, dimana peserta harus memaparkan makalahnya melalui power pin kepada dewan juri. Dan dari sepuluh orang peserta, ternyata peserta Rumpin masuk lima besar yang harus mengikuti tahapan terakhir lomba hari ini.

Hari ini lomba berlanjut pada uji kemampuan performen dalam kemampuan mengajar di kelas. Guru harus dapat merencanakan, mepraktekan sampai pada mengevaluasi proses pembelajaran di dalam kelas.Dari lima finalis, akan terpilih juara 1, 2, dan 3 tingkat Kabupaten Bogor.

Juara 1 tingkat Kabupaten Bogor nantinya akan diikutsertakan dalam lomba guru berprestasi tingkat Provinsi Jawa barat. Moga saja utusan dari Rumpin akan menjadi juara tingkat Kabupaten nantinya.

Dalam sejarah keikut sertaan dalam lomba Guru berprestasi, kontingen Kecamatan Rumpin baru bisa meraih posisi dalam kelompok sepuluh besar. baru dalam kesempatan lomba tahun ini, prestasi meningkat kepada posisi lima besar. Posisi yang cukup membagakan tentunya, karena peserta lomba sebagian besar adalah para guru yang terpilih di setiap kecamatan se Kabupaten Bogor. Bahkan ada yang sudah beberapa kali mengikuti lomba sejenis di tahun-tahun sebelumnya.

Sekali lagi, segenap redaksi Rumpin News beserta jajaran guru se Kecamatan Rumpin, mendo'akan semoga Bapak Herry Suryadi S.Pd, dapat meraih juara 1 dalam ajang lomba hari ini.

Rabu, 07 Maret 2012

Lomba Sekolah Sehat Tingkat Kabupaten Bogor Tahun 2012

Hari ini dilaksanakan Lomba Sekolah Sehat Tingkat Kabupaten Tahun 2012. Untuk Wilayah Rumpin sekolah yang ditunjuk mewakili kecamatan Rumpin adalah Sekolah Dasar Negeri Malahpar 02 di kampung Malahpar Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Bogor.

Dalam penilaian hari ini tim juri tingkat Kabupaten Bogor mendatangi sekolah yang direkomendasikan sebagai sekolah peserta lomba, dengan dihadiri oleh para undangan berdasarkan surat undang nomor : 005/38-UPTK yang ditujukan kepada kepala sekolah, pengawas TK/SD dan beberapa instansi terkait.

Lomba ini dilaksanakan rutin setiap tahun. Sampai saat ini Kecamatan Rumpin belum pernah mendapatkan gelar juara, namun lomba saat ini pihak UPT. Kurikulum XVIII mentargetkan jura 1, paling tidak mearaih juara 2. “Soalnya persiapannya cukup maksimal dan sekolah Malahpar sebagai peserta juga sudah layak untuk mendapkan gelar juara.” Demikian pendapat salah seorang pengawas TK/SD yang menjadi Pembina sekolah tersebut.

Sebagai peserta lomba SDN Malahpar dibantu oleh beberapa kepala sekolah terdekat beserta pengwas melaksanakan beberapa persiapan. “Pembenahan diberbagai sisi yang termasuk dalam kriteria penilaian sudah diselesaikan beberapa hari sebelum lomba dilaksanakan, tinggal penambahan pernak-pernik lain yang menyangkut keindahan dan kebersihan sekolah.” Jelas Bu Cucu Suryati, S.Pd, selaku kepala sekolah.

Setelah penilaian hari ini, panitia tinggal menunggu hasil beberapa pekan ke depan. Dan jika menang, akan dilaksanakan kembali penilaian oleh panitia Provinsi Jawa Barat untuk mewakili Kabupaten Bogor ke Tingkat Provinsi. “Kita memang harus selalu optimis.” Jelas Ibu Cucu, “karena walau bagaimanapun kerja keras persiapan lomba yang cukup melelahkan ini harus dimaknai dengan perasaan optimis dan semangat tinggi”. Tambahnya lagi.

Senin, 05 Maret 2012

Kebijakan Sentralisasi Guru Masih Perlu Kajian Mendalam

Depok ---  Kebijakan sentralisasi maupun desentralisasi guru memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun di kebanyakan daerah, sentralisasi guru menjadi kebutuhan, untuk mencapai pemerataan distribusi guru, terutama di daerah. Demikian yang terungkap saat jumpa pers yang dihadiri Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Suyanto pada hari terakhir Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2012, di Bojongsari, Depok, Selasa (28/02) siang.

Suyanto didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua James Modouw, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Timur Yohannes Mau, serta Kepala Bidang Program Perencanaan dan Standarisasi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Bambang Irianto.

Baca selengkapnya...

Jadwal Pengumuman Hasil Uji Kompetensi Awal (UKA) Sertifikasi Guru 2012

Bapak dan ibu guru peserta tes Uji Kompetensi Awal (UKA) Sertifikasi Guru yang telah diikuti pada tanggal 25 Februari 2012 lalu, saat ini dalam rasa berharap-harap cemas, menanti informasi tentang hasil tes yang sudah diikuti itu. Walau kisi-kisi soal sudah jauh-jauh hari didownload melalui sergur, namun tetap saja saat menghadapi soal ternyata masih mengalami kesulitan.

Karena rasa sulit yang dihadapi saat test Uji kompetensi Awal (UKA) itu begitu terasa, maka kewaswasan dan rasa takut semakin menghantui para peserta test saat itu. Sementara itu pula, jika menilik materi sosialisasi sebelum pelaksanaan test, ada sebuah penjelasan bahwa jika peserta test tidak lulus dalam UKA tahun ini, harus mengikuti pembinaan oleh Pembina Pendidikan di wilayah masing-masing, lalu tahun depan baru mengikuti tes kembali.

Bagi peserta yang lulus UKA akan lanjut ke proses berikutnya yaitu PLPG yang rencanya akan dilaksanakan selama 10 hari. Semoga saja segala informasi sekitar seritifikasi guru akan selalu ditunggu oleh para peserta UKA. Dan menurut informasi dari jadwal yang sempat beredar bahwa pengumuman hasil UKA Sertifikasi Guru tahun 2012 ini akan diumumkan secara online pada tanggal 18 Maret 2012. Kita tunggu saja pengumumannya. Dan semoga Bapak dan Ibu termasuk orang yang layak mendapatkan sertifikat hasil dari proses sertitifikasi Guru Tahun 2012 ini.

Minggu, 04 Maret 2012

Festival Dongdang Tingkat Kabupaten Bogor Tahun 2012

Sabtu, 03 Maret 2012 (Rumpin News), hari ini dilaksanakan Festival Dongdang Kabupaten Bogor tahun 2012 dalam rangka merayakan Maulid Nabi Muhhamad SAW 1433 H, sekaligus melestarikan Budaya dari Kerjayaan Galuh Pakuan. Acara itu dimeriahkan dengan berbagai macam hidangan pangan dan potensi produksi sentra pangan Kabupaten Bogor yang dibawa oleh kecamatan-kecamatan se Kabupaten Bogor. 

Dongdang yang merupakan sebuah hiasan sajian makanan khas Bogor yang disimpan dalam berbagai tempat menyerupai rumah adat, keranjang atau bentuk hiasan lain yang digotong oleh orang-orang berkeliling di sekitar Pemda Kabupaten Bogor. Setelah diarak berkeliling, kanan dan segala hasil alam berupa buah, palawija, bahan sayuran dll itu dibagikan kepada semua masyarakat yang hadir di acara itu.

"Festival Dongdang pada tahun 2012 ini sengaja dirancang lebih meriah dibanding tahun lalu." begitu menurut keterangan salah seorang panitia pelaksana Festival Dongdang. Hal tersebut memang sangat terlihat jelas sekali bahwa dongdang-dongdang yang dibawa dari tingkat kecamatan se Kabupaten Bogor ini terlihat lebih banyak dan berpariasi dibanding tahun lalu.

"Semoga saja acara Festival dongdang ini bukan sekedar serimonial saja" Ujar salah seorang Kepala Sekolah yang hadir dari Kecamatan Rumpin. "Karena ini memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, maka yang penting adalah esensi ketauladanan Nabi Muhammad itu sendiri baik sebagai pribadi maupun sebagai Rasul menyebar agama Suci yaitu Agama Islam." Tambahnya.

UPT Kurikulum XVIII beserta staf UPT, Pengawas TK/SD dan kepala sekolah se Kecamatan Rumpin ikut hadir dalam perhelatan tingkat Kabupaten Bogor itu. Beserta perangkat Desa, Kecamatan dan beberapa Instansi di Wilayan Kecamatan Rumpin saling bahu membahu membuat dongdang sebaik mungkin untuk dipertontonkan dalam pestival dongdang tersebut.

Bedah Buku Sirah Nabawiyah di Aula PGRI Bogor



Istilah Sirah Nabawiyah pada hakekatnya adalah merupakan ungkapan tentang risalah yang dibawa Rasulullah Selellahu Alaihi wa Salam kepada manusia untuk mengeluarkan mereka dari kegelepan kepada cahaya, dari penyembahan terhadap hamba kepada penyembahan terhadap Allah SWT. Demikian tertuang dalam pengantar buku “SIRAH NABAWIYAH” hasil terjemahan Khathur Suhardi.

Buku setebal 548 halaman itu adalah merupakan juara pertama dalam Lomba Penulisan Sejarah Islam Rabithah Al-Alam Al-Islami di Pakistan. Buku berisikan sejarah perjalanan sejak sebelum lahirnya Nabi Besar Muhammad SAW, hingga beliau wafat dan diteruskan oleh para sahabatnya itu berjudul asli “Ar-Rahiqul Makhtum, Bahtsun Fis-Sirah An-Nabawiyah Ala Shahibiha Abdhalis Shalati Was-Salam” merupakan karya tokoh Islam dari Negeri India tepatnya dari daerah Al-Mubarakfury. Nama tokoh penulia buku tersebut adalah Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury.

Kemudian buku yang berjudul “Ar-Rahiqul Makhtum…” yang bemakna “Nektar yang tersimpan rapih” itu diterbitkan oleh Pustaka Alkautsar. Dalam kata pengantarnya “Syaikh Muhadmmad Ali Al-Harakan” (Sekretaris Jenderal  Rabithah Al-Alam Al-Islami) memuji isi buku yang telah mampu mengungkap perjalanan hidup Rasulullah Muhammad SAW sekaligus sejarah perkembangan Agama Islam yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad SAW  itu.

Adalah hari ini, Rabu 29 Februari 2012 dalam rangka memeperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, PGRI Kabupaten Bogor, menyelenggarakan acara bedah buku “SIRAH NABAWIYAH” karya besar Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury itu di Aula PGRI Kabupaten Bogor. Narasumber yang dihadirkan dalam acara tersebut adalah; Prof. Dr. H.M. Darwis Hude, M.Si dari PT IQI Jakarta dan USt. Samson Rahman MA. Bertindak sebagai moderator Eka Purna Yudha, S.P, M.Si.

Acara itu cukup menarik, sayang kesempatan Tanya jawabnya hanya satu sesi saja. Hanya ada tiga orang yang berkesempatan bertanya, padahal saya sudah mempersiapkan beberapa pertanyaan untuk lebih memahami materi yang ada dalam buku yang masih belum saya fahami. Tapi secara umum, saya merasa puas dengan acara tersebut. Dan ada satu kesimpulan yang kemudian saya tarik dari isi buku karya terjemahan Kathur Suhardi itu, adalah dalam perjuangannya menyebarkan ajaran suci Agama Islam, Nabi Muhammad memiliki 5 ciri, yaitu ;
  1. Tegas menolak terhadap prilaku yang tidak Islami
  2. Saling menyayangi
  3. Selalu melaksanakan sujud dan ruku (shalat) dimanapun beliau berada
  4. Mencari karunia Allah yang dikarunia Allah
  5. Tanda sujudnya membekas dalam kehidupannya sehar-hari
Dan kita sebagai umat Nabi Besar Muhammad SAW, kemudian berkewajiban mengikuti segala prilaku beliau, baik dalam berprilaku keseharian, maupun dalam tata cara beribadat menyembah Allah. Sebagaimana terdapat dalam (Al-Qur’an Surat Ali-Imran, ayat 31) yang artinya “Katakanlah”, jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian.

Hari Ke Dua Seleksi OOSN Tingkat Kecamatan Rumpin

Selasa, 28 Februari 2012

Hari kedua pelaksanaan Seleksi OOSN Tingkat Kecamatan Rumpin dipusatkan di SDN Kampung Sawah 02 dan Aula PGRI, Gunung Nyungcung Kecamatan Rumpin. Mata-mata lomba yang dilaksanakan hari ini terdiri dari; Cerdas Cermat, Siswa Berprestasi, Olimpiade IPA, Olimpiade Matematika, Menggambar, Pidato, Mengarang, dll.

Lomba dimulai pada pukul 09.00 WIB. Melihat animo para guru pendamping mengenai lomba ini begitu besar, mereka dengan setia menunggu siswa anak didiknya di luar seraya saling bersilaturahmi dengan guru-guru lain dari sekolah lain se Kecamatan Rumpin.

Pukul 11.00 WIB semua lomba sudah selesai, para juaranya bisa langsung diperoleh dari masing-masing penanggungjawab lomba, sebelum edaran resmi di sampaikan ke sekolah masing-masing. Para pendamping menunggu sampai keputusan juara diumumkan sementara oleh penanggung jawab pelaksanaan lomba. Bagi yang menang nampak wajah ceria dari mereka, karena anak binaannya sudah berhasil. dan bagi yang kalah mau tida mau harus pasrah, karena begitulah sifatnya perlombaan, pasti ada yang menang dan kalah.

Dari hasil seleksi tingkat kecamatan, para pemenang juara 1 akan dibina dan kemudian menunggu jadwal lomba ke Tingkat Kabupaten Bogor, yang sampai saat ini belum ada konfirmasi jadwal pelaksanaan pastinya.

Semoga saja kontingen dari Kecamatan Rumpin ada yang meraih juara sampai ke tingkat Provinsi, bahkan sampai ke tingkat Nasional. Amin...!

Seleksi OOSN Tingkat Kecamatan Rumpin

Senin, 27 Februari 2012

Pelaksanaan Seleksi OOSN tingkat Kecamatan Rumpin adalah merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan OOSN tingkat POOL. Pesertanya para juara 1, 2, dan 3, yang sudah dilaksanakan sebelumnya di Tiga Pool se Kecamatan Rumpin, terdiri dari POOL Utara, POOL Tengah dan POOL Selatan.

Hari pertama seleksi tingkat Kecamatan Rumpin ini dikhususkan untuk jenis olah raga dan Keagamaan, yang dipusatkan di SDN Rumpin 01, tepat di depan lapangan sepak bola Kecamatan Rumpin. "Semoga saja hasil seleksi hari ini mendapatkan bibit-bibit terbaik yang akan mewakili Kecamatan Rumpin" demikian disampaikan Bapak Tatang Sudrajat, ketua Pelaksana tingkat Kecamatan pada Tim Rumpin News disela-sela kesibukkannya.

Perlombaan berlangsung sangat ketat, sebab para pesertanya memang siswa-siswa terpilih dari masing-masing Pool. Hal tersebut membuat persaingan menjadi sangat ketat diantara para peserta. "Juri harus benar-benar objektif dan maksimal dalam menentukan pemenangnya.." Jelas Ketua pelaksana lagi. "Soalnya ketika mereka bertanding di Kabupaten Bogor nanti, kemampuan mereka akan benar-benar diuji. Jika terjadi ketidak objektifan di tingkat Kecamatan, akan mempermalukan kita sendiri." Tambah ketua pelaksana lagi.